Summarizing the Crisis of Identity

If I were a Jewish, I’d regret that my ancestor and I were born in Israel.

An Israeli soldier prays before entering the Gaza Strip in January 2009. Photo posted by Elias at http://gerontios48.files.wordpress.com

When a kid grows up in a Jewish family in Israel, the Jewish culture teaches him as a part of introvert fraternity membership which acts paranoid to people from non-Jewish, whether Muslim or Christian. Muslim hates Israel especially coz Israeli army which mostly is Jews pays responsible to make Palestinians suffered. Christian hates Jewish coz according to Bible, Jews have caused Jesus Christ die on the cross. That’s why there’s no way else for Jews to make friends except with their own people. Marry the same Jewish, work for Jewish government. Opening their society for other group is suitable if it’s assumed to increase financial profit.

Israeli Soldier Girls in winter gear having fun during a break. Photo uploaded by Danielle at http://farm4.static.flickr.com

As those kids grow up to adult, they face compulsory service which is mandatory to all of the people, whether male and female. In the compulsory service, they are gonna be employed as Zionist soldiers, which serves for defense of Israel’s territory. They are gonna get adequate education, good diet, and even home. But as the consequence of their duty, they must shoot innocent people which assumed (by their generals) disturbing Israel’s authority.

Israeli soldiers cry after Palestinian gunman killed three coleagues in the Netzarim settlement in Gaza Strip October 24, 2003. A gunman killed three Israeli soldiers, including two women, in a joint attack on a Jewish settlement in the Gaza Strip on Friday in a joint shooting and grenade attack by the two main Palestinian Islamic militant groups. Photo by Tsafrir Abayov, for Reuters.

There are only a few conditions which can set them free from the compulsory service. Such as, if they’re Arabic Israeli, or if they have physical disability or mental disorders, or if they are married women or women with children, or if they are men who studied becoming nun.

Luckily, the compulsory service doesn’t apply for long for everyone. Each man must become a soldier only for three years, while girls are allowed for two years. These youth are admitted the compulsory service until finish, but most of them prefer not lengthen their contract. War makes much of them prefer becoming refugee to other countries, so they can live in peace without getting annoyed by duty to kill innocent kids.

Pash Peissakhovitch was employed in a combat unit at West Bank, made him couldn't see his girlfriend Naomi Papo who also was a soldier for IDF. They couldn't run their relationship as romanticly as it was supposed to be. Photo by Rachel Papo, for National Geographic.

Problem comes up as they have crisis of identity. Some of them wanna keep their Israel citizenship, coz their parents prefer living in Israel, though they must bear consequence for being condemned by the whole world, everyday. Some other wanna be a citizen of other countries (States are favorite destination, thanks to the close Jewish fraternity), but it’s inhibited coz their conservative Jewish parents insist to stay in Israel. Some other get trouble coz they’re declined by the refugee countries, coz politically the new countries refuse accepting immigrants, especially immigrants with inadequate educational background. Even those who officially become other country’s citizen still get curiosity, due to their Jewish identity history which is religiously sentimental condemned.

Israeli soldier, probably are soldiers whose sleeps are annoyed mostly in this earth. As an individual, they wanna ruin their identity as Jewish peacefully, but they can’t live socially except they execute political will of Israeli government. As they become the executor soldiers, what they do is condemned throughout the world coz they disturb human rights of the other nations. Even after they have done their military compulsory, they still can’t live well as Israeli, thanks to their cruel government who’s cursed by lotta people.

These Jews may not be ever rest in peace.

Advertisements

23 Comments (+add yours?)

  1. lina@happy family
    Jun 03, 2010 @ 23:14:58

    Great post; makes me know more about them.

    Reply

  2. julianusginting
    Jun 04, 2010 @ 16:08:59

    actually…there is a lot of crisis on it…so israel should be concerned about request [of] much countries

    Reply

  3. r10
    Jun 04, 2010 @ 16:51:46

    yahudi tidak akan merasa dirinya aman di manapun, sikap paranoid ini akan selalu ada

    coba mari kita lihat bila seandainya sekutu mereka AS meninggalkannya, apakah Israel mampu bertahan??

    Reply

    • Vicky Laurentina
      Jun 04, 2010 @ 17:31:52

      Kasihan benar kalau Yahudi terus-menerus paranoid di mana-mana. Nampaknya pengusiran bangsa mereka berabad-abad membekas dalam identitas mereka terlalu dalam.

      Saya yakin Israel bisa jatuh jika AS meninggalkannya, Pak Rio. Tapi saya tidak yakin AS akan pernah meninggalkan Israel secara politis. Terlalu banyak keturunan Yahudi yang mempengaruhi kekuatan politik AS saat ini.

      Reply

  4. Nanang Abdullah
    Jun 04, 2010 @ 21:18:05

    Duh, syng gak faham bsny, tapi sptnya membahas mslh yang sedang menghangat. Emang kristiani membenci yahudi juga ya mbak?
    ***
    Ma’af mbak, mnjwb komen d blog sy bhw hp (wlwpun yang jadul) bisa buat upload photo ke blog dll, bahkan untuk membuat dan mengelola blog dgn self domain dan self hosting. selama ini saya mengelola cpanel, database, php dan mysql murni pakai hape lama krna blm punya perangkat yang lebih mendukung.

    Reply

    • Vicky Laurentina
      Jun 04, 2010 @ 21:53:32

      Katanya sih kebencian itu ada, meskipun tidak terlalu kentara. Kebencian ini sebenarnya lebih bernuansa historis, jadi rada nggak relevan kalau masih diterapkan sekarang. Mungkin sama seperti kita be-te sama penjajah Jepang lantaran memaksa leluhur kita buat jadi romusha.

      Terima kasih buat idenya ya, Mas Nanang. Nampaknya saya mesti belajar ngunduh aplikasi yang Mas Nanang sebutkan itu ke dalam HP saya.

      Reply

      • Nanang Abdullah
        Jun 05, 2010 @ 07:24:05

        Hmmm, gitu ya mbak?
        ***
        Kalau blogging via hp hny buat alternatif aja mbak, disaat kompi gak ada mungkin hp bisa digunakan. Klw yg biasa pakai lepy maka pakai hp merasa gak nyaman he..he..

        Reply

  5. Preketek
    Jun 05, 2010 @ 03:41:44

    A nice perspective !

    Reply

  6. ariefborneo
    Jun 05, 2010 @ 06:51:28

    Bhasa inggrs lg ni mba…waduh kaga ngarti ane…tp sepertinya lg ngebhas yg lg hot d bicra kan di media elektronik…seandainya saja israel tak dilindungi amerika apa dia berani ya??
    Buat apa jg y ada PBB kalo hanya menutup mata?

    Reply

  7. alice in wonderland
    Jun 05, 2010 @ 10:33:13

    Vic, dikirimin ke kompasiana juga gak? Keren lho dan yang jelas cara pandangnya berbeda…
    Sebenernya umat Kristen menurutku gak benci kok karena dengan kejadian penyaliban itu malah tergenapi apa yang dituliskan di Kitab Suci, tapi saat ini jelas gak setuju ama yang sedang mereka lakukan sekarang

    Reply

    • Vicky Laurentina
      Jun 05, 2010 @ 10:54:48

      Sudah ditaruh di Kompasiana sejam tadi. Thanx ya udah mengoreksi perasaan. Kalau kubilang sih kebencian itu sudah luntur untuk saat ini, dan perasaan kesal itu cuma relevan pada masa abad-abad pertama aja.

      Reply

  8. Tour, Food, and Health
    Jun 05, 2010 @ 12:10:30

    aku kurang paham tentang politik internasional, kebencian masa lalu. menurutku perang selalu saja menorehkan luka baru, menanahkan luka lama, dan menimbulkan kebencian baru, dan pasti, di antara dua kubu yang bersengketa itu kedua2nya pasti berada pada pihak yang salah.

    dan dunia yang luas ini dikuasai oleh segelintir orang yang punya buanyak uang…mau bikin apa? suka-suka jawabnya…

    Reply

    • Vicky Laurentina
      Jun 05, 2010 @ 12:20:09

      Sebenarnya kedua kubu itu kalau mau saling memaafkan dan berhenti saling mencurigai, bisa lho. Tapi selalu saja ada minimal satu pihak yang bersifat parno dan membuang itikad baik untuk berbaikan dengan pihak lain. Sifat parno inilah yang bikin perangnya nggak selesai-selesai.

      Reply

  9. azzy
    Jun 06, 2010 @ 08:40:05

    terima kasih kepada kawan yang telah berkomentar:

    Untuk mba Vicky laurentina

    Yupz ,sebuah perdamaian dari yahudi laknatullah.adalah khianat yang takkan pernah usai.Tahukah isi kitab talmud.Tahukah kitab TALMUD yang di baca yahudi.berisi tentang keegoisan biadab yang tak pernah bisa diterima ajaran agama apapun mencakup point arti kehidupan berbangsa dan bersatu sebagai masarakat dunia.

    Perdamaian takkan pernah tercipta sampai hari kiamat hadir.dimana dajjal pun turun dan bertarung denagan sang Imama Mahdi dengan 70.000 pasukannya (izinkan saya menyampaikan dengan kemusliman saya)

    Apakah anda percaya liputan berita dari negara barat.Yahudi menguasai semua aspek untuk menutupi rencana besar mereka meraih cahaya dunia.

    Dan Yahudi adalah musuh abadi bagi muslim.Sebuah bangsa dimana selalu berkhianat denagn ajaran para nabi yang telah diturunkan Allah,musa,isa,daud,sulaiman,mereka berkhianat.

    Untuk Bayi Yahudi? Lalu bagaimana dengan jutaan anak palestine yang mati? brp jumlah bayi yang terbunuh di Yahudi? tak sebesar kebegisan mereka yang membiarkan anjing anjing tentara melahap daging dari anaka anak Palestine…ini tentang kemanusiaan dan tentang rasa terima kasih dari sahabat kita di sana melalui kiriman email yang telah saya paparkan itu.

    katakan kenapa hizbullah pun membenci yahudi? katakan kenapa hittler membenci watak yahudi dijerman? ini tentang arti rasa terima kasih yang disampaikan pada point posting saya di “surat dari gaza untuk muslim di indonesia”

    yah mereka berterima kasih karena indonesia benar benar andil dalam mewujudkan keadilan di bumi palestina

    yang saya mau tanyakan kenapa yahudi mencaplok wilayah palestine?
    padahal secara kedaulatan dan ototritas.yahudi tak pernah memiliki bukti penguasaan tanah dari palestine?

    coba search di youtube.ttg gaza dan conflik di palestine
    mohon maaf…sebelumnya

    Reply

    • Vicky Laurentina
      Jun 06, 2010 @ 09:16:39

      Untuk Bung Azzaynal,

      Kali ini saya memilih tidak bicara sebagai seorang muslimah, tapi saya memilih bicara sebagai manusia netral.

      Apakah semua Yahudi membaca talmud itu sungguh-sungguh atau hanya sepotong-sepotong saja tanpa menghayati? Bagaimana kalau satu-dua dari Yahudi itu hanya beridentitaskan Yahudi semata-mata sebagai ras, bukan sebagai pemeluk agamanya? Jika dia tidak mematuhi talmud yang kata Bung Azzaynal berisi keegoisan biadab itu, haruskah dia juga ikut dimusuhi?

      Kenapa Bung Azzaynal menanyakan apakah saya percaya kepada berita dunia Barat? Apakah Bung Azzaynal sendiri selalu percaya kepada berita dunia Timur? Memangnya adakah di dunia ini, media pers yang sungguh-sungguh netral tanpa diganggu ideologi?

      Apakah pantas kita membanding-bandingkan jumlah bayi Palestina yang tewas dan jumlah bayi Yahudi yang tewas? Bayi tetap manusia, Bung Azzaynal, tidak peduli dari bangsa mana pun dia berasal, atau agama apa yang dipeluk orangtuanya. Dan manusia mana pun berhak untuk tidak dimakan anjing atau pun dilempari misil.

      Boleh saja manusia benci kaum agama tertentu atau ras tertentu. Tapi apakah kebencian itu menjadikan Hitler pantas untuk melakukan genosida dengan menjejalkan manusia-manusia tak bersalah ke dalam kamar gas?

      Saya tidak tahu kenapa Yahudi mencaplok wilayah Palestina. Tapi saya lebih tertarik kenapa orang tidak mau bertetangga dengan rakyat SIPIL (bukan tentara) yang tidak ikut-ikutan mencelakai mereka.

      Coba search lagi di YouTube tentang korban-korban tak bersalah, dari KEDUA KUBU di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

      Mohon maaf..sebelumnya.

      Reply

  10. ariefborneo
    Jun 07, 2010 @ 11:48:45

    Israel hebat tapi lebh hebt lg Palestina…palestina menderita slama brtahun-tahun tp merka tetap bertahan…coba seandainya bangsa Israel yg sebalik na ane yakin para penduduk na bnyak yg mati bunuh diri kali ya…

    Reply

  11. Hamba yg faqir thd ilmu
    Jun 07, 2010 @ 14:44:51

    Yahudi adalah bangsa yg dikutuk Allah hingga mrk terusir dan dbantai..itu adalah ketetapan dari Allah disebabkan nenek moyang mereka telah membunuh para nabi dan mendustakan serta memutarbalikan ayat2 Allah demi hawa nafsu mrk..rancangan yahudi ttg kerajaan yahudi raya memang bnr adanya, tercantum dlm protokolat yahudi zionis..
    Jadi sampai kapan pun yahudi takkan pernah mw bdamai..kecuali kau mw menuruti keinginan mereka..

    Reply

And how do you think about it? ;-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: